Rabu, 30 Desember 2009

Buruknya Organisasi Garis / Lini

Organisasi merupakan badan atau lembaga sebagai tempat pemrosesan yang dilakukan melaluia kerja sama yang cepat dan tepat. Terdapat tiga bentuk organisasi yaitu, organisasi garis (lini), organisasilini dan staff, dan organisasi fungsional.

Kali ini kita akan membahas tentang organisasi garis atau yang sering disebut dngan organisasi lini. Organisasi garis / lini merupakan suatu bentuk organisasi yang didalamnya memiliki wewenang atau kekuasaan yang berbentuk vertikal. Bentuk vertikal antara atasan dengan bawahan menjadi bagian yang menonjol dari organisasi ini. Atasan dengan bawahan dapat berhubungan secara langsung dimana seseorang bawahan hanya memiliki satu atasan atau hanya bertanggung jawab kepada satu atasan saja. Tidak kepada atasan lain atau misalnya orang yang bekerja dibagian pemasaran hanya bertanggung jawab kepada manager pemasaran tidak terhadap manager keuangan.

Pada organisasi ini seorang atasan atau manager dituntut harus memiliki pengetahuan atau keahlian khusus dalam bidangnya, akan lebih baik lagi jika dapat bekerja secara serba guna. Tidak hanya berpaut pada satu bidang saja. Organisasi ini biasa dikembangkan dalam perusahaan yang tidak terlalu besar, bahkan cenderung kecil.


Dikarenakan organisasi lini ini memiliki beberapa keburukan, yaitu;

• Dana yang diperoleh minim.

• Tenaga kerja bukan tenaga yang ahli atau serba bisa.

• Pemimpin cenderung kurang pandai berbicara atau bersosialisasi.

• Pengetahuan sang pemimpin kurang luas.

• Minimnya tenaga kerja dan fasilitas yang tersedia.

• Pemimpin dapat bersikap otoriter terhadap bawahannya.

• Secara keseluruhan organisasi ini akan bergantung hanya pada satu orang., sehingga mempermudah runtuhnya organisasi tersebut.

• Bawahan tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar