Rabu, 25 Mei 2011

penggolongan akuntansi biaya

Tingkat persaingan yang tinggi menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dengan harga murah, sehingga perusahaan perlu memberikan perhatian serius terhadap biaya kualitas. Analisa yang tepat terhadap biaya kualitas memungkinkan perusahaan untuk mengetahui sumber-sumber biaya kualitas yang tidak effisien sehingga dapat diambil tindakan yang tepat dan sesuai untuk mengatasinya. Effisiensi biaya kualitas pada akhirnya juga akan menurunkan biaya produksi dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar.
1. Definisi dan Pengelompokan Biaya Kualitas
Biaya kualitas merupakan biaya-biaya yang timbul dari semua kegiatan yang bertujuan untuk mencegah, menilai, dan memperbaiki kualitas dari produk/jasa yang dihasilkan oleh suatu industri. Biaya-biaya tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan metode Prevention Apprisal Failure (PAF) menjadi :
• Biaya pencegahan, yaitu biaya yang terjadi untuk mencegah kerusakan produk yang dihasilkan. Biaya ini meliputi biaya yang berhubungan dengan perancangan, pelaksanaan, dan pemeliharaan sistem kualitas.
• Biaya penilaian, yaitu biaya yang terjadi untuk menentukan apakah produk atau jasa telah sesuai dengan persyaratan-persyaratan kualitas.
• Biaya kegagalan Internal, yaitu biaya yang terjadi karena adanya ketidak sesuaian dengan persyaratan dan terdeteksi sebelum barang atau jasa dikirimkan ke pihak luar (pelanggan).
• Biaya kegagalan eksternal, yaitu biaya yang terjadi karena produk atau jasa gagal memenuhi persyaratan-persyaratan dan diketahui setelah produk tersebut dikirimkan kepada para pelanggan. Biaya ini dapat menyebabkan reputasi yang buruk, kehilangan pelanggan, dan penurunan pangsa pasar.
Elemen biaya kualitas untuk setiap jenis industri berbeda-beda karena disesuaikan dengan kondisi masing-masing proses dan karakteristik kualitas dari produk/jasa yang dihasilkan, tetapi pengelompokan dengan metode PAF berlaku secara umum bagi semua jenis industri.
2. Pelaporan Biaya Kualitas
Pelaporan biaya kualitas harus disesuaikan dengan informasi yang dibutuhkan dan kepada siapa akan dilaporkan. Top level manager membutuhkan informasi yang bersifat global untuk analisa dan keputusan jangka panjang. Middle level manager membutuhkan informasi dari masing-masing departemen untuk analisa dan keputusan jangka menengah. Sedangkan Low level manager membutuhkan informasi detail dari setiap bagian pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya sehingga dapat membuat analisa dan keputusan jangka pendek.
3. Analisa Biaya Kualitas
Analisa terhadap biaya kualitas dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. Dua metode yang paling dikenal dan mudah untuk digunakan, yaitu trend analysis dan pareto chart. Trend analysis digunakan untuk membandingkan data sekarang dengan data masa lalu. Trend analysis dapat memberikan informasi mengenai rencana jangka panjang dan penilaian terhadap program peningkatan kualitas. Melalui trend analysis bisa dilihat pergerakan biaya kualitas dari waktu kewaktu sehingga dapat dilakukan penilaian. Pareto chart adalah histogram dari faktor-faktor yang mempunyai kontribusi terhadap permasalahan kualitas, dibuat mulai dari yang mempunyai frekuensi paling banyak sampai dengan yang mempunyai frekuensi paling rendah.
Kegunaan dari Pareto chart untuk melihat bagian mana yang paling vital, yang nantinya akan dilakukan perbaikan pada bagian yang paling vital tersebut.





sumber : http://pengertian-bisnis.blogspot.com/2009/02/sejarah-akuntansi-dasar_18.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar